ARVC Team

Team ARVC saat berada di jembatan Suramadu.

ARVC Team

ARVC Team berpartisipasi dalan kegiatan JAMNAS PVN 3 di Malang

ARVC Team

ARVC Team berpartisipasi pada Vario Showcase di JAMNAS PVN 3 di Malang.

ARVC Team

ARVC Team dalam perjalanan menuju JAMNAS PVN 3 di Malang

ARVC Team

ARVC Team bersama anggota club motor Vario di JAMNAS PVN 3 di Malang

Tampilkan postingan dengan label musim hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musim hujan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Maret 2013

Kotoran di Kembangan Ban, Berpotensi Merusak!



Kotoran yang nempel di tapak atau di kembangan ban motor, kalau bisa jangan dicuekin. Apalagi, ban ibarat sepatu atau sandal sebagai pelindung tapak kaki pada manusia.

Sehingga, perlu juga dirawat dan dijaga agar tidak merusak semua bagian yang ada di ban. Sebab kotoran yang lama didiamkan, bisa bikin umur ban jadi pendek selain dapat mengurangi performanya.

Nah, di musim hujan kayak gini perawatan ban jadi sangat penting. Guyuran air di jalan membuat aspal atau beton jadi kotor oleh lumpur atau kerikil. Keduanya bisa dengan gampang nyelip di celah kembang ban. Selain bisa bikin slip waktu roda berputar, lumpur yang mengering atau kerikil di celah ban bisa bikin umur ban makin pendek.

Kotoran di sisi ban merusak kompon di sisi samping ban. Karena kotoran kering, kompon pun ikut kering. Lantaran tidak segera di bersihkan, akhirnya bagian luar ban yang paling vital jadi gampang pecah-pecah, retak-retak alias crack.

Sebaliknya jika debu atau kerikik yang nyelip di celah, malah bisa menimbulkan akibat lebih parah. Jika ada kotoran, saat mengelinding putaran ban jadi tidak balance.

Memang tidak terasa di setang. Tapi justru itu makin bahaya. Bahkan jika ada genangan air, kembang ban jadi nggak maksimal memecah air. Akibatnya keausan ban tidak merata. Makanya, sering kejadian ban peyang alias habis tak rata. (motorplus-online.com)

Senin, 18 Februari 2013

10 tips merawat motor di musim hujan


MUSIM hujan seperti saat ini, merawat motor harus ekstra keras, pasalnya kalau nggak dirawat bakalan cepet rusak. Untuk itu kita harus merawat motor dengan baik, kita harus pintar-pintar merawat motor karena jika kita lalai bisa-bisa akan membahayakan diri si pengendara. Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk merawat motor di musim hujan, berikut ini beberapa tips merawat motor di saat musim hujan : 1. Cuci motor Setelah motor digunakan berkendara di tengah guyuran hujan, sebaiknya Anda mencucinya. Meski tak punya banyak waktu, sebaiknya Anda sempatkan untuk mencucinya Meskipun hanya mengguyur seluruh bodi dan bagian-bagian penting lainnya Selain untuk menjaga penampilan, mengguyur dan mengeringkan badan motor tersebut juga untuk mencegah timbulnya karat. 2. Ban Setelah selesai menerobos genangan air hujan, sebaiknya Anda memeriksa tekanan air ban. Pastikan besaran tekanan itu sesuai dengan standar pabrikan. Ban yang tekanan anginnya kurang dari standar, sangat rentan cepat aus. Pasalnya, dengan tekanan kurang, maka permukaan telapak ban yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan semakin banyak. Pada saat seperti itu, tarikan motor juga berat dan biasanya pengendara menarik tuas gas lebih kuat. “Akibatnya, gesekan pun semakin kuat. Di situlah ban cepat tipis atau gundul,” jelas Alex. Selain menjaga tekanan angin, sebaiknya juga mencuci ban. Sikat bagian telapak dan dinding samping ban. Hal ini selain untuk menghilangkan unsur asam yang ada di air hujan, juga unsur lain seperti lumpur atau kotoran yang menempel di ban. Beberapa kotoran seperti bekas deterjen, oli, minyak tanah, bensin, yang sebelumnya tumpah di jalan bisa terbawa atau berada di genangan air hujan. Unsur-unsur yang ada di zat itu memicu karet ban cepat getas. 3. Rantai Bagian lain dari motor yang rawan bermasalah setelah dikendarai di tengah guyuran hujan adalah rantai. Terlebih motor yang tidak menggunakan tutup rantai. Air hujan yang bersifat asam memicu terjadinya karat pada peranti itu. Pada sisi lain, setelah melibas lubang yang tertutup genangan air hujan, rantai juga kendur. Oleh karena itu, kencangkan setelan rantai sesuai dengan standar. Kemudian lumasi rantai dengan grease. “Sebaiknya menggunakan pelumas grease karena selain tidak menyiprat, juga awet, meski terguyur hujan,” saran Alex. Kendurnya rantai juga memicu gigi gir cepat tumpul atau patah. Sebab, ketika pengendara menarik tuas, rantai seolah dientak ke gir. 4. Kanvas rem dan piston cakram rem Kanvas rem terbuat dari bahan asbes. Bahan tersebut bila banyak terkena air akan menggelembung dan mengeras pada saat kering. Akibatnya, rem terasa keras pada saat pedal rem diinjak atau bahkan muncul suara mendecit atau suara keras lainnya. “Oleh karena itu, setelah motor dicuci dan dibersihkan, jalankan motor dan sering-sering menginjak pedal rem agar kanvas benar-benar kering,” kata Alex. Begitu pun dengan rem cakram di roda depan. Rem cakram bersifat terbuka. Padahal saat dipacu kencang di tengah guyuran hujan, kotoran menempel pada kanvas rem maupun piston. Bila itu terjadi, maka kinerja dua komponen itu tidak akan optimal. Oleh karena itu, sangat disarankan membersihkan keduanya dari kotoran setelah digunakan di tengah guyuran hujan. “Anda membersihkannya dengan tiupan angin bertekanan tinggi,” jelas Alex. 5. Busi Setelah motor selesai digunakan, sebaiknya Anda mencabut cop atau karet penutup busi kemudian tiup dan lap dengan air bersih. Begitu pula dengan kabel busi serta businya. Bersihkan bagian elektroda atau sumbu yang terletak di bagian bonggol busi. “Membersihkan elektroda tidak harus saban hari setelah motor digunakan, tetapi membersihkan cop dan kabel harus tiap hari,” ucap Alex. 6. Kotak saringan udara Udara merupakan unsur penting untuk pembakaran bahan bakar di ruang bakar mesin. Bila peranti ini basah karena air hujan masuk atau merembes ke dalamnya, maka udara akan bercampur embun. Akibatnya, pembakaran pun tak sempurna dan motor mogok. Oleh karena itu, bersihkan dan keringkan perangkat itu bila motor telah digunakan di tengah guyuran hujan. “Bagi motor yang dilternya dilepas, sebaiknya dipasang kembali,” saran Alex. 7. Knalpot Pada umumnya, bagian dalam knalpot dan leher knalpot akan keropos bila banyak kotoran menempel di bagian itu. Terlebih bila kotoran tersebut bercampur dengan air hujan. Oleh sebab itu, bila motor telah melibas genangan air hujan atau banjir dan air hujan masuk knalpot, sebaiknya air dikeluarkan. Setelah motor dicuci bersih, panasi mesin. Setelah itu, semprotkan oli ke dalam bagian knalpot dan olisi bagian leher knalpot dengan grease. Kemudian panasi lagi mesin motor sekitar 5 menit. 8. Jari-jari roda Gunakan lap bersih untuk mengkeringkan jari-jari roda yang kebasahan. Bila tidak, jari-jari pada velg motor akan keropos. Keropos pada velg memang tidak tampak di luar, tapi terjadi di dalam velg. 9.Rem Depan / Belakang Seringkali rem akan bunyi apabila basah terkena air, amplas kanvas rem dan tromol agar rem lebih pakem dan menghindari bunyi. 10.Kabel Body Hindari kabel body dan socketnya dari air karena bisa mengakibatkan konslet sehingga bisa merusak komponen kelistrikan. Mudah - mudahan hal di atas bisa diperhatikan, sehingga umur sepeda motor anda bisa lebih lama. Sumber : http://daniel-maulana.blogspot.com/2011/11/110-tips-merawat-motor-di-musim-hujan.html#ixzz2LAokJP00